Piala Dunia 2018 – 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk

0
129
Piala Dunia 2018 - 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk
Piala Dunia 2018 - 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk

Piala Dunia 2018 – 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk

Piala Dunia 2018 – 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk. Wasit adalah penegak atau yang membawa hak ketetapan di lapangan hijau pada suatu pertandingan agar jalannya laga keluar fairplay. Namun sayangnya, tetap tersedia termasuk lebih dari satu persoalan oknum wasit yang tidak mampu menggerakkan tugasnya dengan benar, wasit ini sebabkan ketetapan yang jelek agar pertandingan berat disebelah dan juga memetik kontroversi.

Berikut ini lebih dari satu persoalan wasit yang tidak menggerakkan tugasnya dengan benar atau mampu dikatakan tidak Fairplay di Piala Dunia.

1. Ali Bin Nasser : Argentina vs Inggris (1986)

Ali Bin Nasser
Ali Bin Nasser

Mungkin ketetapan wasit paling tenar di dalam sejarah Piala Dunia dimiliki wasit asal Tunisia ini. Saat perempat final Piala Dunia 1986, di awal babak kedua, Diego Maradona berlari merangsek pertahanan Inggris untuk menyongsong umpan bola lambung.

Bola berada di udara dan kiper Inggris, Peter Shilton, maju hendak meraih bola. Secara tak terduga, Maradona malah mengalahkan Shilton lantas menyundul bola hingga masuk gawang.

Setidaknya wasit memandang apa yang terjadi. Shilton dan lebih dari satu pemain Inggris memprotes gara-gara Maradona memakai tangannya, namun Nasser tetap mensahkan gol itu.

Dalam rekaman replay keluar Maradona benar memakai tangannya, Saat diwawancarai maestro Albiceleste itu bilang, gol tercipta, setengah berkat sundulan kepalanya, setengah ulang berkat tangan Tuhan.”

2. Charles Corver : Prancis vs Jerman Barat (1982)

Charles Corver
Charles Corver

Wasit asal Belanda ini berada di posisi teratas gara-gara gagal memandang pelanggaran terburuk selama Piala Dunia. Saat semifinal, Prancis berhadapan dengan Jerman Barat dan skor waktu itu 1-1.

Dalam suatu kesempatan, striker Prancis Patrick Battiston merangsek masuk pertahanan Jerman. Kiper Jerman Barat Harald Schumacher bergerak maju untuk menutup ruang, namun Battiston mencongkel bola ke atas lantas meliuk hendak melewatinya.

Schumacher malah meloncat dan juga sengaja menabrak Battiston. Anehnya, Corver tak beranggap hal itu sebagai pelanggaran. Ia malah beri tambahan tendangan gawang bagi Jerman Barat.

Sedangkan Battiston tergeletak tak sadarkan diri selama lebih dari satu menit hingga diberi oksigen lantas ditandu keluar lapangan. Akhirnya Battiston sadar, dia menderita cedera tulang punggung dan juga lebih dari satu giginya rontok.

3. Antonio Rego : Prancis vs Argentina (1930)

Antonio Rego
Antonio Rego

Setelah menang di partai pembukaan melawan Meksiko, Prancis hadapi Argentina di penyisihan grup. Tertinggal 0-1 berkat gol Luisito Monti, Prancis menghimpit untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu yang ada.

Ketika pertandingan tinggal enam menit, striker Prancis Michel Langiller berlari melalui bek Argentina dan tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Namun wasit asal Brasil, Antonio Rego, meniup peluit tanda pertandingan selesai.

Suporter Argentina segera masuk lapangan sebelum saat Rego sadar udah sebabkan kesalahan. Akhirnya, Prancis kalah dari Argentina 0-1.

4. Gottfried Dienst : Inggris vs Jerman Barat (1966)

Gottfried Dienst
Gottfried Dienst

Wasit asal Swiss Gottfried Dienst sebabkan blunder besar waktu final Piala Dunia 1966 antara Inggris dengan Jerman Barat. Kala itu pertandingan udah memasuki perpanjangan waktu dengan skor seri 2-2, striker Inggris Geoff Hurst laksanakan tembakan keras ke gawang Jerman Barat.

Bola mengenai tiang lantas memantul di atas garis gawang, namun asisten wasit Tofik Bakramov berpandangan bola udah melalui garis. Gol itu pun disahkan Dienst walaupun mendapat protes dari para pemain Jerman Barat.

Akhirnya Inggris memenangi pertandingan dengan skor 4-2, Hurst mencetak hattrick dan Three Lions jadi juara dunia untuk pertama kalinya.

Sejak itu kontroversi keluar seputar gol ketiga Inggris itu, tersedia perdebatan apakah bola udah melalui garis gawang atau belum. Hasil replay televisi menunjukkan bola belum melalui garis gawang.

5. Gamal Ghandour : Korea Selatan vs Spanyol (2002)

Gamal Ghandour
Gamal Ghandour

Tim Spanyol mendominasi pertandingan atas Korea Selatan di perempat final. Hingga di dalam suatu peluang Spanyol mendapat tendangan bebas, bola dieksekusi mengarah ke gawang Korsel. Kim Tae-Young, pemain Korsel, cobalah menghilangkan bola yang justru bergulir masuk ke gawang sendiri.

Kemenangan udah di depan mata Spanyol, namun Gamal Ghandour, wasit asal Mesir, menganulir gol tersebut. Menurut Ghandour, sebelumnya Ivan Helguera udah laksanakan pelanggaran. Pertandingan seri 0-0 dan Spanyol selanjutnya kalah lewat adu penalti.

6. Clive Thomas : Brasil vs Swedia (1978)

Clive Thomas
Clive Thomas

Grup 3 di Piala Dunia 1978 diawali pertandingan Brasil versus Swedia. Pertandingan seri 1-1 waktu Brasil mendapat sepak pojok di era injury time, Zico menyundul bola hingga berjalan gol. Pemain Brasil menyangka mereka udah meraih kemenangan, namun wasit asal Wales, Clive Thomas, menganulir gol tersebut.

Pasalnya, dia udah meniup peluit tanda pertandingan usai dikala bola tetap melayang di udara. Walau mendapat protes dari kubu Brasil, Thomas yakin keputusannya udah tepat.

7. Edgardo Codesal : Jerman Barat vs Argentina (1990)

Edgardo Codesal
Edgardo Codesal

Final antara Jerman Barat dan Argentina berlanjut hingga perpanjangan waktu hingga striker Rudi Voeller di kotak penalti Argentina. Tanpa ampun wasit Edgardo Codesal, asal Meksiko, menunjuk titik putih.

Protes keras dilancarkan para pemain Argentina gara-gara Voeller sadar sengaja menjatuhkan diri, namun Codesal bergeming. Penalti dieksekusi dengan mulus oleh Andreas Brehme, Jerman Barat menang dan juga jadi juara dunia.

8. Graham Poll : Kroasia vs Australia (2006)

Graham Poll
Graham Poll

Pertandingan seri 2-2 antara Kroasia dan Australia hingga wasit Graham Poll beri tambahan kartu kuning pada Josip Simunic di menit ke-90. Poll tidak sadar bahwa sebelumnya udah beri tambahan kartu pertama pada bek Kroasia itu di babak pertama dan semestinya diganjar kartu merah.

Simunic tetap bermain hingga peluit tanda pertandingan selesai ditiup Poll. Simunic yang marah mendorong sang wasit, ia diberi kartu kuning ketiga lantas kartu merah oleh Poll. Wasit asal Inggris itu amat terpukul dikala sadar ia udah laksanakan kesalahan besar. Setelah itu dia tidak ditugaskan ulang hingga Piala Dunia 2006 selesai.

9. Jorge Larrionda : Jerman vs Inggris (2010)

Jorge Larrionda
Jorge Larrionda

Selain dilibas Jerman 4-1 di perdelapan final, skuad Inggris dikala dirugikan wasit Jorge Larrionda. Wasit asal Uruguay tidak mensahkan gol hasil sontekan Frank Lampard di menit ke-37.

Lewat hasil rekaman slow motion, keluar bola terkena tiang gawang anggota atas lantas memantul ke bawah dan masuk melalui garis gawang sebelum saat ditangkap oleh kiper Jerman Manuel Neuer. Untung bagi Der Panzer, sial bagi Three Lions, Larrionda beranggapan tidak berjalan gol.

10. Chris Bambridge : Brasil vs Spanyol (1986)

Brasil, favorit juara, melakoni pertandingan perdananya melawan Spanyol di Piala Dunia 1986. Skor 0-0 dikala gelandang Spanyol, Michel, laksanakan tendangan dari jarak jauh ke gawang Brasil. Bola membentur gawang dan memantul ke di dalam melalui garis gawang sebelum saat memantul ulang keluar. Chris Cambridge, wasit dari Inggris, beranggap tidak berjalan gol. Akhirnya justru Brasil yang memenangi pertandingan berkat gol Socrates.

Demikianlah artikel mengenai 10 Wasit Mengambil Keputusan Terburuk di Piala Dunia, mungkin teman-teman sekalian mampu menilai sendiri apakah wasit ini udah menggerakkan tugasnya dengan fairplay.

Demikianlah info yang dapat admin berikan mengenai Tim yang ikut serta dalam pertandingan Piala Dunia 2018 , semoga info yang admin berikan dapat sesuai dengan apa yang agan inginkan dan dapat dijadikan sebagai bahan acuan agan-agan ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here